Selasa, 26 Maret 2013

Unsur-unsur Perencanaan



1.1  Unsur-unsur Perencanaan
Kalau kita menelaah berbagai literatur maka dapat difahami bahwa pengertian dan makna 'planning' atau 'perencanaan' demikian luas ragamnya. Planning dapat mempunyai arti dan makna dari mulai kehidupan individu, kehidupan keluarga, kehidupan kelompok masyarakat, sampai kepada lingkup masyarakat yang lebih Was seperti kota, wilayah, negara dan bahkan antar negara. Arti dan makna planning rupanya memang akan tergantung kepada sudut pandangan kepentingan dan masalah yang bersangkutan. Tetapi dari sudut manapun planning atau perencanaan itu akan didefinisikan, akan terdapat unsur unsur yang memberikan arti dan makna makna yang sama yaitu bahwa perencanaan merupakan kegiatan merumuskan keinginan dan cita cita yang lebih baik atau lebih berkembang di masa datang. Jadi dalam hal ini akan selalu terkandung unsur-unsur (ingredients) yang terdiri dari
1.       Unsur keinginan, cita cita
2.       Unsur tujuan dan motivasi
3.       Unsur Sumber daya (alam, manusia, modal clan informasi)
4.       Unsur upaya 'hasil guna' dan 'daya guna'
5.       Unsur ruang dan waktu
Jadi dari manapun akan mengartikan dan memaknakan perencanaan maka seharusnya mengandung unsur-unsur tersebut.


1.1  Unsur-unsur Perencanaan
Kalau kita menelaah berbagai literatur maka dapat difahami bahwa pengertian dan makna 'planning' atau 'perencanaan' demikian luas ragamnya. Planning dapat mempunyai arti dan makna dari mulai kehidupan individu, kehidupan keluarga, kehidupan kelompok masyarakat, sampai kepada lingkup masyarakat yang lebih Was seperti kota, wilayah, negara dan bahkan antar negara. Arti dan makna planning rupanya memang akan tergantung kepada sudut pandangan kepentingan dan masalah yang bersangkutan. Tetapi dari sudut manapun planning atau perencanaan itu akan didefinisikan, akan terdapat unsur unsur yang memberikan arti dan makna makna yang sama yaitu bahwa perencanaan merupakan kegiatan merumuskan keinginan dan cita cita yang lebih baik atau lebih berkembang di masa datang. Jadi dalam hal ini akan selalu terkandung unsur-unsur (ingredients) yang terdiri dari
1.       Unsur keinginan, cita cita
2.       Unsur tujuan dan motivasi
3.       Unsur Sumber daya (alam, manusia, modal clan informasi)
4.       Unsur upaya 'hasil guna' dan 'daya guna'
5.       Unsur ruang dan waktu
Jadi dari manapun akan mengartikan dan memaknakan perencanaan maka seharusnya mengandung unsur-unsur tersebut. 

Mengenai faktor waktu ini di dalam upaya perencanaan akan dikenal masa lampau (past period) ; masa kini (present period) ; dan masa datang (future period). Upaya mencapai cita-cita di masa datang yang lebih baik selain mempertimbangkan apa yang dibutuhkan dimasa datang juga melihat pengalaman dan kecenderungan yang berkembang sejak masalalu. Hal ini tidak lain karena adanya dinamika masyarakat yang rangkaiannya bersifat bersinambungan yaitu bahwa apa yang terjadi sekarang merupakan perkembangan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu maka di dalam mempertimbangkan upaya peningkatan masa datang maka pengalaman masa lalu akan menjadi bahan pertimbangan pula agar tidak

Pengertian Perencanaan



BAB 1 Pengertian Perencanaan
1.1  Pengertian Perencanaan
Pengertian 'planning' atau 'perencanaan' telah mengalami perkembangan. Pada awalnya istilah 'plan' atau 'rencana' selalu diasosiasikan dengan segala sesuatu yang merupakan produk arsitek atau insinyur yang hampir pasti diwujudkan dalam bentuk gambar atau peta. Dengan demikian maka suatu 'rencana' pada masa itu dapat dikaitkan merupakan suatu hasil yang sifatnya statis. Walaupun produk akhirnya merupakan sesuatu yang dinamis, seperti misalnya produk rencana seorang insinyur motovatif, mobil misalnya tetapi tetap saja, sekali mobil itu dibuat maka la merupakan suatu produk yang tetap seperti itu.
Dalam perkembangan selanjutnya 'planning' atau 'perencanaan' kemudian dikaitkan dengan upaya merumuskan keinginan dan cita-cita manusia dalam arti yang lebih luas. la merupakan rumusan keinginan dari kelompok manusia dalam mencapai keadaan yang lebih baik. Dengan berbagai sifat yang ada pada manusia sebagai mahluk dinamis, maka makna dan arti planning telah mengalami perkembangan. Sekarang kalau kita berbicara 'planning' atau 'perencanaan', maka selalu terkandung pengertian adanya suatu rangkaian yang menerus secara bersinambungan, atau bahkan merupakan suatu daur ulang. Ini tidak lain karena planning merupakan suatu upaya merumuskan keinginan dan cita cita dimasa datang bagi manusia yang mempunyai ciri dinamis tersebut. Jadi planning sekarang merupakan suatu hasil rangkaian kerja untuk merumuskan sesuatu yang didasari oleh suatu pola tindakan yang definitif, yang menurut pertimbangan yang sistematis akan dapat membawa keuntungan tetapi dengan angaapan bahwa akan ada tindakan tindakan selanjutnya yang akan merupakan rangkaian keg'atan sistematis lainnya. Dengan kata lain tindakan yang dirumuskan semula masih bersifat terbuka bagi kemungkinan adanya pilihan cara tindakan lain dan bahkan tindakan yang telah dirumuskan semula itu masih mungkin disesuaikan apabila dianggap kurang menguntungkan pada saat tertentu lainnya.

SERIAL PEMBANGUNAN DAERAH



SPD 01 KURVA POLINOMIAL GARIS LURUS

Terdapat beberapa teknik extrapolasi untuk meramalkan jumlah penduduk di masa datang, diantaranya adalah:  (1) Kurva polinomial garis lurus, (2) Kurva regresi, (3) Metoda bunga berganda, (4) Kurva Gompertz, (5) Kurva logistik, (6) Cohort.

Teknik atau metoda tersebut di atas memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, sehingga dalam penerapannya perlu dilakukan pemahaman terlebih dahulu terhadap kondisi kependudukan pada wilayah perencanaan, seperti pola pertumbuhan yang terjadi di masa lampau, ketersediaan data dan sebagainya. 

Model Kurva Polinomial Garis Lurus

Pada teknik ini, jumlah penduduk tahun tertentu pada masa yang akan datang merupakan hasil proyeksi tahun-tahun sebelumnya hingga tahun terakhir dengan mengikuti pola garis lurus mengikuti model persamaan :

dimana :
= penduduk daerah yang diselidiki pada tahun t + q
= penduduk daerah yang diselidiki pada tahun dasar t
= selisih tahun dari tahun t ke tahun t +q
= rata-rata tambahan jumlah penduduk tiap tahun pada masa lalu hingga data tahun terakhir

Kelemahan metoda ini yaitu laju pertambahan penduduk dianggap tetap.  Untuk perkiraan jangka pendek, hal ini mungkin masih mungkin dapat dibenarkan, tapi untuk jangka panjang jelas kurang dapat dipercaya keakuratannya. SERIAL PEMBANGUNAN DAERAH bisa dilihat di folder FILES pada milis Referensi@ yahoogroups.com, juga di www.geocities.com/ahmad_idjaz, atau di  Manual Teknik  PT.GRHAYASA NCE Consulting Services.

TATA CARA PERENCANAAN UMUM IRIGASI TAMBAK UDANG

TATA CARA
PERENCANAAN UMUM IRIGASI TAMBAK UDANG
SNI 03-2402-1991
RUANG LINGKUP:
Tata cara ini meliputi desain, persyaratan dan data yang diperlukan untuk mendesain irigasi teknis dan semi teknis
dalam melayani atau menunjang budidaya udang pada umumnya. Juga diuraikan beberapa ketentuan mengenai
sistem Teknik irigasi tambak udang dan prasarananya; survey pemilihan lokasi; pengumpulan data, penyelidikan dan
pengujian; analisis dan Evaluasi data; desain bangunan dan jaringan irigasi tambak udang.
RINGKASAN:
Tambak udang adalah kolam air payau yang
digunakan untuk memelihara udang.
Air payau adalah air yang salinitasnya lebih rendah
dari pada salinitas rata-rata air laut normal (<35
promil) dan lebih tinggi pada 0,5 promil, dan terjadi
karena pencampuran antara air laut dengan air tawar
baik secara alamiah.
Tata Cara ini perencanaan umum ini dimaksudkan
sebagai acuan pokok untuk mendesain irigasi tambak
udang dengan memperhatikan keterpaduan, ke
seimbangan, keserasian lingkungan dalam
pengelolaan sumber daya air, lahan, dan aspekaspek
yang berkaitan dengan pembangunan
berwawasan lingkungan, dengan tujuan agar
pelaksanaan irigasi tambak udang dalam memasok
air baku berhasil dengan baik sesuai dengan
keperluan budi daya udang.
Dalam mendesain irigasi tambak udang perlu
diperhatikan kebijakan pengembangan tentang
wilayah, wilayah Pengairan, dan jaringan Pengairan
termasuk drainasenya.
Persyaratan yang harus dipenuhi adalah data budi
daya, data desain irigasi tambak, data siap pakai, dan
data pelengkap yang akan dipergunakan untuk
desain harus memenuhi persyaratan atau standar
yang berlaku dengan memperhatikan referensi
pertambakan lain.
Desain sistem Teknik irigasi tambak udang
diantaranya:
1) sistem memperoleh air payau;
2) sistem pengaliran air laut;
3) cara pengaliran air tawar;
4) cara pengambilan air asin atau air tawar;
5) cara pengambilan air laut secara terpisah dari air
tawar;

TATA CARA PERENCANAAN UMUM BENDUNG

TATA CARA
PERENCANAAN UMUM BENDUNG
SNI 03-2401-1991
RUANG LINGKUP :
Tata cara ini meliputi dasar tentang persyaratan hidraulik dan struktur untuk mendesain
bendung yang mencakup data dan informasi yang diperlukan antara lain mengenai
jaringan pengaliran yang airnya di pasok dari bendung, morfologi sungai, material, mesin
dan peralatan, persyaratan mengenai fungsi, keamanan, hidraulik, struktur, operasi dan
lingkungan, pra desain uji model hidraulik, desain hidraulik desain struktur, desain akhir,
dan pemakaian tata cara perencanaan urnum, serta beberapa pengertian yang berkaitan
dengan tata cara perencanaan umum. Tata cara ini dipakai bersama-sama dengan
standar lain yang terkait, pemakai standar dari negara lain harus disertai penjelasan dan
alasan yang kuat serta disetujui instansi yang berwenang.
RINGKASAN :
Standar ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam membuat desain bendung
agar memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara
benar dan aman, sesuai dengan pola bangunan berwawasan lingkungan sehingga
diharapkan desain bendung dengan baik, aman dan berfungsi semestinya, sesuai
dengan kelembagaan dan pengaturan yang terkait dengan mempertimbangkan faktor
teknis perencanaan.
Data dan informasi mengenai data kebijakan perencanaan dan desain, data pembuatan
bendung, data morfologi sungai, data geologi teknik, data bahan bangunan, data
peralatan.
Syarat keamanan antara lain keamanan hidraulik,keamanan struktur, keamanan dalam.
operasional dan keamanan. lingkungan yang berkaitan dengan gangguan angkutan
muatan. Desain mengenai bendung membahas antara lain tentang pra desain dasar
mengenai persiapan pekerjaan, penentuan lokasi bendung, tipe bendung beserta
kelengkapannya dan penentuan debit desain.
Pra desain hidraulik membahas tentang panjang dan tinggi mercu bendung, mercu dan
tubuh bendung, peredam energi, tembok sayap hilir, bangunan pengambil, bangunan
pembilas, bangunan pengarah arus, tanggul penutup dan tanggul banjir, tembok pangkal
bendung, saringan sampah dan batu bongkah, lantai undik atau dinding tirai, bangunan
penangkap sidemen. Desain struktur meliputi desain struktur atas dan struktur bawah.
Fungsi kelengkapan bendung mencakup tubuh bendung merupakan ambang tetap yang
berfungsi menaikkan muka air, ambang bendung gerak berfungsi sebagai perletakan
pintu bendung gerak, peredam energi berfungsi untuk meredam energi air agar tidak
terjadi penggerusan setempat yang membahayakan konstruksi, lantai undik berfungsi
mengurangi bahaya rembesan dan erosi, tembok pangkal berfungsi sebagai penahan
tanah, tembok sayap berfungsi sebagai pengarah arus.
Syarat keamanan hidraulik bendung dan bangunan pelengkap meliputi antara lain
keamanan terhadap luapan, keamanan terhadap gerusan lokal, degradasi sungai,
keamanan terhadap agradasi dasar sungai, rembesan, perubahan arah aliran dan
tekanan air. Sedangkan syarat keamanan struktur meliputi kekuatan, kestabilan, kimiawi
dan biotis.
TATA CARA
PERENCANAAN UMUM DRAINASE ERKOTAAN

SNI : 02-2406-1991
RUANG LINGKUP:
Standar ini menetapkan Tata cara perencanaan umum Drainase perkotaan yang dapat digunakan untuk
memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan -
ketentuan teknik perencanaan.
RINGKASAN:
Faktor - faktor umum :
- Sosial ekonomi: pertumbuhan penduduk,
urbanisasi, angkatan kerja; kebutuhan nyata
dan prioritas daerah; keseimbangan
pembangunan antar kota dan dalam kota,
ketersediaan tataguna tanah: pertumbuhan
fisik kota dan ekonomi pedesaan
- Lingkungan : topografi. eksisting jaringan
drainase Jalan, sawah. perkampungan , laut,
pantai, tataguna tanah, pencemaran
lingkungan, estetika yang mempengaruhi
sistem drainase kota, kondisi lereng dan
kemungkinan longsor; untuk daerah datar
diperhitungkan pengelontoran, pengendapan
dan pencemaran; untuk daerah yang terkena
pengempangangan dari laut, danau atau
sungai diperhitungkan masalah pembendungan
dan pengempangan.
Perencanaan
- Landasan : didasarkan pada konsep kelestarian
lingkungan dan konservasi sumberdaya air
yaitu pengendalian air hujan agar lebih banyak
meresap ke dalam tanah dan mengurangi
aliran permukaan.
- Tahapan : pembuatan rencana induk, studi kelayakan,
perencanaan detail; didasarkan pada
pertimbangan teknik, sosial ekonomi. finansial
dan lingkungan: dilakukan dengan survai lokasi,
topografi, hidrologi, geoteknik tataguna tanah,
sosial ekonomi, institusi, peran serta masyarakat,
kependudukan, lingkungan dan pembiayaan;
penyelidikan terhadap parameter disain; penyiapan
tanah; pelaksanaan drainase; operasi
dan pemeliharaan.
Data dan persyaratan; data primer mencakup
data 'banjir meliput luas, lama, kedalaman rata -
rata, frekuensi genangan, keadaan fungsi, sistem,
geometi dan dimensi saluran, daerah pengaliran
sungai: prasarana dan fasilitas kota yang ada dan
yang direncanakan; data sekunder meliputi
rencana pembangunan kota, geoteknik foto
udara, pembiayaan, kependudukan, institusi,
sosial ekonomi, peran serta masyarakat,
kesehatan lingkungan; persyaratan kualitas dan
kualitas data, peralatan, metode perhitungan dan
asumsi yang digunakan.
Sistem drainase perkotaan : sistem drainase
terpisah dan ganungan ; sistem saluran terbuka
dan tertutup.
Kriteria : pertimbangan teknik meliput aspek
hidrologi, hidraulik dan struktur; pertimbangan lain
meliputi biaya dan pemeliharaan. Koordinasi dan
tanggung jawab : seluruh penyelenggara teknis
pekerjaan dilaksana kan dibawah seorang ahli
yang berkompeten dalam tim terpadu; masalah
yang tidak dapat diselesaikan oleh instansi yang
berwenang harus diajukan kepada pihak yang
berwenang di atasnya.